"Aku dan Nyawa Pemilikku" , Hadiah untuk sebuah harapan terakhir
March 12, 2009
"Aku dan Nyawa Pemilikku" , Hadiah untuk sebuah harapan terakhirPosted in Relationship on Mar 12, 2009 at 7:42 AM
Current Mood: sad
"Aku dan Nyawa Pemilikku" , Hadiah untuk sebuah harapan terakhirシェア
今日 21:51 | ノートを編集 | 削除
Aku.. Aku adalah sebuah Hadiah, dan ini adalah kisahku suatu hari..
Pintu tertutup.. dia melangkah pasti menginjak aspal.. membelah keramaian sinar dan kebisingan
ketika dia berjalan membawaku menyebrangi jalan, seketika terdengar decitan suara ban memilukan, bunyi hantaman ke aspal, dan bunyi besi terseret keras dan pecah.. aku terlempar jauh, berantakan dari tempatku, semua menjadi hitam... hening..
Ketika ku buka mataku, kulihat dia sedang tergeletak luluh di aspal panas dan kotor..tak lama kemudian sekelompok orang berlarian mendekat, mendekat..dan lebih dekat..orang-orang itu mengangkatnya dengan hati-hati lalu membawanya pergi..
Aku berteriak "Hey, mau kalian bawa kemana dia..??" "Heey..!!" tapi sepertinya mereka tidak bisa mendengarku.. kemudian terkejut aku seseorang mengangkat ku serta dan mengembalikan ku ketempat ku.. mendadak aku tidak bisa mendengar dan melihat apa-apa..
Perlahan suara kembali bising..
"Tempat apa ini..?" "Knapa aku lusuh sekali..? sangat kotor..! Bagaimana kalau dia melihatku nanti?" dalam hati aku bertanya seketika ku membuka mataku.. banyak sekali orang berseragam hijau sibuk lalu lalang tergesa gesa.. dan aku tidak bs melihat ada apa didepan mereka.. terduduk diam aku di sebuah meja..
"Hey.., dimana dia??" teriak ku kembali..tetapi tetap tidak ada orang yg mendengarku..semuanya tetap sibuk dengan apa yg ada didepan mereka.. Tetapi tak lama kemudian orang-orang berseragam hijau itu mulai satu persatu menyingkir.. dan terlihatlah apa yg ada di depan mereka sekarang..
Ya Tuhan..dia ada disana..diam berbaring di atas tempat tidur.. mencoba untuk membuka matanya, merintih kesakitan, bergumam tentang sebuah nama yg tidak jelas.. tangannya lemas berbalut selang.. beberapa kain menutupi luka-lukanya, tetapi aku masih bisa melihat betapa 'sakit'nya dia..
"Aku tidak suka suasana ini.. ini rumah sakit.." "Aku tidak suka.." kataku dalam hati..
"Tenang saja kawan.. kamu akan baik-baik saja, kita akan segera pulang.. dan kamu bisa mengantarkanku kembali untuknya.." "Aku akan tetap terlihat baru asalkan semangatmu masih ada untuk aku.." "Tenang saja kawan.. tenang saja.. kita segera pulang.."
*kisah nyata; 4 Februari 2009
Ditulis oleh : A.W
今日 21:51 | ノートを編集 | 削除
Aku.. Aku adalah sebuah Hadiah, dan ini adalah kisahku suatu hari..
Pintu tertutup.. dia melangkah pasti menginjak aspal.. membelah keramaian sinar dan kebisingan
ketika dia berjalan membawaku menyebrangi jalan, seketika terdengar decitan suara ban memilukan, bunyi hantaman ke aspal, dan bunyi besi terseret keras dan pecah.. aku terlempar jauh, berantakan dari tempatku, semua menjadi hitam... hening..
Ketika ku buka mataku, kulihat dia sedang tergeletak luluh di aspal panas dan kotor..tak lama kemudian sekelompok orang berlarian mendekat, mendekat..dan lebih dekat..orang-orang itu mengangkatnya dengan hati-hati lalu membawanya pergi..
Aku berteriak "Hey, mau kalian bawa kemana dia..??" "Heey..!!" tapi sepertinya mereka tidak bisa mendengarku.. kemudian terkejut aku seseorang mengangkat ku serta dan mengembalikan ku ketempat ku.. mendadak aku tidak bisa mendengar dan melihat apa-apa..
Perlahan suara kembali bising..
"Tempat apa ini..?" "Knapa aku lusuh sekali..? sangat kotor..! Bagaimana kalau dia melihatku nanti?" dalam hati aku bertanya seketika ku membuka mataku.. banyak sekali orang berseragam hijau sibuk lalu lalang tergesa gesa.. dan aku tidak bs melihat ada apa didepan mereka.. terduduk diam aku di sebuah meja..
"Hey.., dimana dia??" teriak ku kembali..tetapi tetap tidak ada orang yg mendengarku..semuanya tetap sibuk dengan apa yg ada didepan mereka.. Tetapi tak lama kemudian orang-orang berseragam hijau itu mulai satu persatu menyingkir.. dan terlihatlah apa yg ada di depan mereka sekarang..
Ya Tuhan..dia ada disana..diam berbaring di atas tempat tidur.. mencoba untuk membuka matanya, merintih kesakitan, bergumam tentang sebuah nama yg tidak jelas.. tangannya lemas berbalut selang.. beberapa kain menutupi luka-lukanya, tetapi aku masih bisa melihat betapa 'sakit'nya dia..
"Aku tidak suka suasana ini.. ini rumah sakit.." "Aku tidak suka.." kataku dalam hati..
"Tenang saja kawan.. kamu akan baik-baik saja, kita akan segera pulang.. dan kamu bisa mengantarkanku kembali untuknya.." "Aku akan tetap terlihat baru asalkan semangatmu masih ada untuk aku.." "Tenang saja kawan.. tenang saja.. kita segera pulang.."
*kisah nyata; 4 Februari 2009
Ditulis oleh : A.W
Posted by Aldy Waani. Posted In : Cerpen


Cinta butuh dari sekedar kata-kata dan materi..


